Seiring dengan kemajuan teknologi maka berbagai cara untuk berkomunikasi pun turut mengalami perubahan. Zaman dulu untuk menyampaikan sebuah pesan,
kita mempergunakan burung merpati. Setelah itu kita mempergunakan surat yang dikirim lewat pos. Dan seperti kita ketahui proses mengirim dan menerima kabar melalui surat ini butuh waktu yang lama,
sampai beberapa hari. Baru setelah ditemukannya telepon maka proses penyampaian berita pun semakin cepat. Kita tinggal dial no. yang kita tuju,
dan dalam hitungan detikpun kita bisa bersilaturahmi dengan orang-orang tercinta kita.

Namun,
telepon mempunyai satu kelemahan yaitu tidak portabel,
alias tidak bisa dibawa kemana-kemana. Keterbatasan inilah yang kemudian melahirkan sebuah inovasi telepon tanpa kabel alias wireless atau yang lebih kita kenal dengan sebutan Handphone,
Ponsel atau Hape.

Kini,
di zaman serba wireless ini,
handphone telah menjadi sebuah kebutuhan pokok setiap orang. Berbeda jauh ketika pas pertama kali handphone diketemukan dan produksi handphone belum sebanyak sekarang,
handphone dianggap sebagai barang mewah yang dipakai oleh segelincir orang-orang berduit tebal.

Pas pertama kali muncul harga handphone setinggi langit,
ditambah lagi dengan harga operator selular yang menerapkan tarif sama tingginya. Tapi seiring dengan bertambahnya pemakai handphone maka harga handphone maupun tarif selular pun akhirnya turut menurun terus.

Tahun 2003,
mana ada handphone seharga dua ratus ribu perak? Harga second pun paling banter satu juta rupiah. Tapi sekarang dengan duit seratus ribu,
kita bisa dapet handphone baru plus layar warna ditambah dengan tarif selular yang kini mendekati 0,
01 per detik.

Maka tak mengherankan bila kemudian pengguna handphone pun dari tahun ke tahun semakin meningkat. Handphone bukan lagi dikategorikan sebagai barang mewah tapi merupakan kebutuhan pokok yang wajib dimiliki oleh setiap orang,
mulai dari anak-anak sampe kakek-kakek

Apalagi kini fitur-fitur handphone semakin yang semakin cangkih,
semakin memanjakan penggunanya. Dengan membawa sebuah handphone,
orang kita bisa menikmati hiburan dalam genggamannya,
mulai dari dengerin lagu,
menonton film,
melihat siaran berita di televisi sampe main game-game kesayangan.

Pentingnya handphone dalam kebutuhan saat ini bisa kita buktikan,
terutama disaat seseorang kehilangan handphonenya atau tidak memakai handphone dalam satu hari saja,
orang sudah merasa ketinggalan berita,
ketinggalan zaman dan ketinggalan informasi. Terasa ada yang kurang,
manakala kita tidak memakai handphone barang semenitpun. Handphone sudah seperti bagian dari diri kita,
yang mempermudah urusan-urusan kita.

Namun seperti halnya juga koin yang selalu mempunyai dua sisi positif dan negatif,
handphone pun tak lepas dari sisi negatifnya. Contoh kecil saja,
kini banyak terjadi kecelakaan lalu-lintas karena alasan si pengendara memakai handphone ketika berkendara. Dia asyik ngobrol di telepon tanpa memperhatikan lalu kendaraan di depannya.

Selain itu menurut sebuah penelitian,
radiasi yang ditimbulkan oleh handphone dapat memicu timbulnya kanker otak. Meski belum ada data yang signifikan dengan jumlah korban atau penderita kanker yang ditimbulkan oleh handphone,
tapi alangkah bijaknya jika mulai dari sekarang kita lebih hati-hati dalam memakai handphone. Saat menelepon,
usahakan handphone berada tidak terlalu dekat dengan kepala kita,
bahkan lebih bagus lagi jika kita memakai headset Selain itu pembicaraan yang terlalu lama di telepon sebaiknya dihindari. Seperti orang bijak berkata,
lebih baik mencegah daripada mengobati,
iya kan?

loading...

Baca Selanjutnya :

  • No Related Posts