Sebelum Euro 2008 digelar,
Turki hanya dipandang sebagai tim pelengkap. Tidak ada yang memprediksi Turki bakal lolos dari Penyisihan Group,
apalagi sampai melaju ke babak Semifinal. Tapi bola itu bundar,
Turki justru jadi wakil dari Group A yang mampu sampai di Semifinal,
setelah di perempat Final mengalahkan juara Group B Kroasia.

Sebenarnya,
Turki melaju ke Semifinal merupakan hal yang diharapkan oleh Tim Jerman,
sebab seandainya Kroasia yang lolos maka peluang Jerman akan sangat sulit untuk bisa sampai ke Final,
seperti kita ketahui di babak Group Jerman dikalahkan Kroasia 2-1. Skenario awal,
jika Turki lolos ke Semifinal,
Jerman bisa menjadikan Turki sebagai batu pijakan untuk memudahkannya sampai di Final.

Harapan Jerman memang terkabul,
Turki akhirnya bisa mengalahkan Kroasia. Tapi kini justru Jerman malah merasa khawatir,
setelah melihat perjuangan Turki yang pantang menyerah sampai detik-detik akhir,
hingga akhirnya bisa mengkandaskan Kroasia. Bila tadinya Turki dianggap bisa dijadikan sebagai batu pijakan,
sekarang Turki justru dianggap sebagai batu terjal,
yang bisa sewaktu-waktu menggelintirkan dan menggagalkan Jerman menuju Final.

Jerman hari ekstra hati-hati,
jangan sampai lengah meski pertandingan masih tersisa 1 menitpun. Jangan sampai mengalami nasib naas seperti yang dialami Kroasia,
kemenangan yang sudah di depan mata,
akhirnya harus musnah.

Secara matematika,
bila Turki mampu mengalahkan Kroasia,
tim yang mengalahkan Jerman di babak Group,
maka Turki pasti akan mudah mengalahkan Jerman,
apalagi Turki sedang dalam euforia kemenangan dan semangat Tim asuhan Fatih Terim ini sedang dalam kondisi puncak. Tapi…. sepakbola adalah sebuah permainan,
hasil akhirnya baru bisa diketahui setelah 90 menit permainan. Apalagi Jerman pun pasti akan mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk mengamankan satu tiket ke babak Final. Michael Ballack cs akan bertarung mati-matian untuk mempersembahkan gelar Euro 2008 bagi negaranya,
ditambah bila Lukas Podolski dalam kondisi puncak,
dan berambisi ingin mengejar David Villa sebagai top Scorer,
maka tidak boleh tidak Podolski meski menyarangkan gol demi gol saat melawan Turki. Dan itu artinya,
dia wajib mempersembahkan kemenangan bagi tim Jerman.

Secara statistik,
head to head,
Jerman harus diakui jauh lebih unggul daripada Turki. Dari 17 kali bertemu,
Jerman membukukan kemenangan11 Kali,
sedang Turki hanya 3 kali,
dengan 3 kali Drawn. Begitu juga dengan produktivitas gol,
Jerman mampu melesakan 40 gol ke gawang Turki,
sedang Turki hanya mampu memasukan 10 gol saja.

Jadi,
dari kedua perhitungan matematika dan statistik ini,
kedua Tim sama-sama punya kekuatan tersendiri. Siapa yang bakal jadi pemenangnya dan mendapatkan satu tiket ke babak Final Euro 2008? Kita tunggu jawabannya tanggal 25 Juni mendatang langsung dari stadion St. Jakob Park,
Basel. Sebagai tambahan,
saat ini di beberapa bursa taruhan international,
Jerman masih diunggulkan atas Turki dengan kondisi 79-9-12 untuk Tim Jerman. Turki hanya diunggulkan 12 % saja,
dengan 9% drawn. Tapi sekali lagi,
bola itu bundar. Hasil akhir tetap tergantung 90 menit yang terjadi di lapangan. So,
siapa tim jagoan Anda? Jerman atau Turki?

loading...

Baca Selanjutnya :

  • No Related Posts